Gemblong Persahabatan: Jajanan Tradisional yang Viral dan Ramah Lingkungan
Gemblong Persahabatan di Jagakarsa viral dan bisa laku 4.000 buah sehari. Simak kisah, harga, dan nilai keberlanjutan di balik jajanan tradisional ini.

Gemblong Persahabatan: Jajanan Tradisional yang Viral dan Ramah Lingkungan
Di tengah gempuran kuliner modern yang serba instan, sebuah jajanan tradisional Betawi kembali mencuri perhatian. Gemblong Persahabatan di Jagakarsa, Jakarta Selatan, kini menjadi buruan banyak orang setelah viral di media sosial. Fenomena ini bukan sekadar tentang makanan yang laris, tetapi juga tentang bagaimana kearifan lokal dan keberlanjutan bisa bersinar kembali. Dari kacamata seorang Sustainability Advocate, saya melihat kisah ini sebagai angin segar: jajanan tradisional yang menggunakan bahan-bahan lokal, minim kemasan plastik, dan mendukung ekonomi keluarga. Mari kita telusuri lebih dalam.
Daftar Isi
- Berawal dari Usaha Keluarga
- Dari Sulit Didapat hingga Viral
- Harga Terjangkau, Ramah Kantong
- Tekstur Legit dengan Lapisan Gula Merah
- Sudah Ada Sekitar 15 Tahun
- Pembeli Disarankan Pesan Terlebih Dahulu
- Lokasi Gemblong Persahabatan di Jagakarsa
- Kenapa Gemblong Persahabatan Bisa Viral?
- Jajanan Tradisional Kembali Naik Daun
- Dari Jajanan Lokal Menjadi Kuliner Viral Jakarta
Berawal dari Usaha Keluarga
Di balik ramainya Gemblong Persahabatan, terdapat cerita keluarga yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Penjualnya dikenal dengan nama Elah. Ia mengatakan bahwa usaha tersebut sebenarnya bukan bisnis yang baru dimulai ketika gemblongnya viral. Elah meneruskan usaha yang sebelumnya sudah dijalankan oleh suaminya. Menurut pemberitaan detikFood, usaha tersebut telah berjalan sejak sekitar 2010-an. Setelah menikah, Elah ikut meneruskan usaha tersebut dan perlahan mengembangkan penjualannya.
Perjalanan tersebut membuat Gemblong Persahabatan memiliki cerita yang berbeda dari jajanan viral yang muncul secara tiba-tiba karena tren media sosial. Justru setelah bertahun-tahun berjualan, perhatian publik datang ketika seorang pembeli mengunggah pengalaman membeli gemblong tersebut ke media sosial. Laporan detikFood tentang Gemblong Persahabatan yang bisa laku 4.000 buah sehari mengabadikan momen ini.
Dari sisi keberlanjutan, usaha keluarga seperti ini adalah tulang punggung ekonomi lokal yang sering kali lebih tahan banting dan ramah lingkungan karena skala produksinya tidak masif, menggunakan resep turun-temurun, dan cenderung memanfaatkan bahan-bahan segar dari pasar setempat.
Dari Sulit Didapat hingga Viral
Popularitas Gemblong Persahabatan bermula dari pengalaman pembeli yang sempat kesulitan mendapatkan jajanan tersebut. Konten mengenai gemblong kemudian menyebar di media sosial dan membuat semakin banyak orang penasaran. Efeknya cukup besar. Pembeli mulai datang bukan hanya dari lingkungan sekitar Jagakarsa, tetapi juga dari wilayah lain di Jakarta. Fenomena tersebut memperlihatkan bagaimana media sosial dapat mengubah popularitas sebuah jajanan tradisional.
Sebuah makanan yang sebelumnya hanya dikenal oleh pelanggan lokal bisa tiba-tiba menjadi tujuan kuliner setelah pengalaman seorang pembeli dibagikan kepada publik. Bahkan, 20Detik dalam liputannya mengenai Gemblong Persahabatan menyebut penjual dapat menghabiskan sekitar 3.000 hingga 4.000 buah dalam sehari dan menyarankan pembeli datang lebih pagi karena stok dapat habis. Liputan 20Detik tentang Gemblong Persahabatan.
Viralitas bukan hanya tentang eksposur, tetapi juga peluang untuk mengedukasi konsumen tentang pentingnya memilih makanan lokal yang lebih ramah lingkungan.
Harga Terjangkau, Ramah Kantong
Salah satu hal yang membuat Gemblong Persahabatan semakin menarik adalah harganya. Berdasarkan laporan detikFood pada Juni 2026, satu buah Gemblong Persahabatan dijual sekitar Rp2.500. Harga tersebut membuat jajanan ini relatif terjangkau bagi berbagai kalangan. Dengan uang Rp25 ribu, misalnya, pembeli secara hitungan harga satuan dapat memperoleh sekitar 10 buah gemblong.
Namun, karena popularitasnya meningkat dan penjualan juga berkembang, harga dapat berubah. Calon pembeli sebaiknya memastikan harga terbaru ketika melakukan pemesanan. Selain gemblong, Elah juga menjual berbagai jajanan lain seperti donat gula, donat isi cokelat, donat isi kacang hijau, pisang cokelat, onde-onde, combro, hingga donat ketan. Informasi mengenai pilihan jajanan tersebut juga dicatat dalam ulasan detikFood mengenai Gemblong Persahabatan.
Harga yang rendah tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga mendorong pola konsumsi yang lebih sadar lingkungan: membeli makanan lokal dalam jumlah secukupnya, mengurangi makanan olahan pabrik yang kemasannya berlebihan.
Tekstur Legit dengan Lapisan Gula Merah
Gemblong merupakan salah satu jajanan tradisional yang dibuat menggunakan bahan dasar tepung ketan dan kelapa, kemudian dilapisi gula merah. Gemblong Persahabatan memiliki bentuk yang cenderung lonjong. Bagian luarnya terasa renyah, sementara bagian dalamnya memiliki tekstur kenyal dan lembut. Lapisan gula merah yang menyelimuti bagian luar menjadi salah satu karakter yang membuat jajanan ini mudah dikenali.
detikFood juga menggambarkan Gemblong Persahabatan sebagai jajanan dengan bagian luar renyah, bagian dalam yang kenyal dan lembut, serta lapisan gula merah yang terasa legit. Ulasan detikFood tentang tekstur Gemblong Persahabatan. Karakter tersebut membuat gemblong memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang menyukai jajanan tradisional.
Bahan-bahan seperti tepung ketan dan kelapa dapat diperoleh dari petani lokal, sehingga jejak karbon dari transportasi bahan baku lebih rendah dibandingkan dengan kue-kue modern yang menggunakan bahan impor.
Sudah Ada Sekitar 15 Tahun
Menariknya, Gemblong Persahabatan sebenarnya bukan fenomena kuliner yang benar-benar baru. Dalam laporan mengenai kuliner viral di Jagakarsa, detikFood menyebut Gemblong Persahabatan sudah berusia sekitar 15 tahun dan kini semakin ramai setelah mendapatkan perhatian di media sosial. Sebelum viral, jajanan tersebut sudah memiliki pelanggan yang datang untuk membeli secara langsung.
Perubahan terbesar terjadi ketika permintaan meningkat dan sistem pemesanan mulai diperlukan agar penjual dapat mengatur jumlah produksi. Hal ini menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah usaha kuliner tradisional dapat bertahan selama bertahun-tahun sebelum akhirnya mendapatkan eksposur besar dari media sosial. Ketahanan usaha seperti ini juga sejalan dengan prinsip keberlanjutan: mengurangi limbah makanan karena produksi disesuaikan dengan permintaan.
Pembeli Disarankan Pesan Terlebih Dahulu
Bagi yang tertarik mencoba Gemblong Persahabatan, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Popularitas yang meningkat membuat pembeli tidak selalu bisa datang kapan saja dan langsung mendapatkan gemblong. Dalam liputannya, detikFood menyebut Gemblong Persahabatan kini menggunakan sistem pre-order atau PO, terutama karena permintaan yang cukup tinggi. Informasi sistem pre-order Gemblong Persahabatan.
Karena itu, calon pembeli yang ingin membawa pulang dalam jumlah banyak sebaiknya melakukan pemesanan terlebih dahulu. Datang lebih pagi juga dapat menjadi pilihan bagi pembeli yang ingin mendapatkan stok langsung dari lokasi. Sistem PO juga mengurangi risiko makanan terbuang sia-sia, karena produksi hanya dilakukan sesuai pesanan.
Lokasi Gemblong Persahabatan di Jagakarsa
Gemblong Persahabatan berada di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Nama "Persahabatan" sendiri berasal dari lokasi usaha yang berada di Jalan Persahabatan No. 7, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Lokasinya berada di kawasan permukiman sehingga pembeli yang baru pertama kali datang sebaiknya menggunakan aplikasi peta untuk memastikan titik lokasi.
Sejumlah informasi lokasi pihak ketiga juga mencantumkan Gemblong Persahabatan di kawasan Cipedak, Jagakarsa. Informasi lokasi Gemblong Persahabatan di Jagakarsa. Karena informasi jam operasional dari sumber pihak ketiga dapat berubah, pengunjung sebaiknya melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum datang.
Mengunjungi lokasi secara langsung juga bisa menjadi momen untuk mendukung usaha kecil dan mengurangi jejak karbon dari pengiriman makanan.
Kenapa Gemblong Persahabatan Bisa Viral?
Fenomena Gemblong Persahabatan menarik karena menunjukkan bahwa makanan tradisional tidak selalu kalah dari tren kuliner modern. Ada beberapa faktor yang membuat jajanan ini mendapatkan perhatian.
- Harga yang terjangkau. Dengan harga sekitar Rp2.500 per buah berdasarkan laporan Juni 2026, gemblong masih berada dalam kategori jajanan yang mudah dijangkau.
- Rasa dan teksturnya. Perpaduan bagian luar yang renyah, bagian dalam yang kenyal, serta lapisan gula merah membuat gemblong memiliki karakter yang berbeda dari jajanan modern.
- Kelangkaan atau keterbatasan stok. Ketika pembeli mengetahui bahwa sebuah makanan sulit didapat dan bisa habis sebelum siang, muncul rasa penasaran yang justru dapat mendorong lebih banyak orang untuk mencoba.
- Media sosial. Konten pembeli yang awalnya hanya membagikan pengalaman makan dapat berkembang menjadi promosi organik. Ketika semakin banyak orang mengunggah pengalaman serupa, nama Gemblong Persahabatan kemudian semakin mudah ditemukan oleh calon pembeli.
Dari sudut pandang keberlanjutan, viralitas ini bisa menjadi peluang untuk mengedukasi konsumen agar memilih jajanan lokal yang lebih ramah lingkungan, misalnya dengan membawa wadah sendiri saat membeli.
Jajanan Tradisional Kembali Naik Daun
Fenomena Gemblong Persahabatan juga menjadi bagian dari tren yang lebih luas di dunia kuliner Jakarta. Jajanan tradisional seperti gemblong, lopis, ketoprak, kue putu, hingga berbagai jajanan pasar kembali mendapatkan perhatian melalui media sosial. Hal tersebut menunjukkan bahwa viralitas tidak selalu membutuhkan produk baru.
Makanan yang sudah ada selama bertahun-tahun pun dapat kembali populer ketika memiliki cerita, rasa yang kuat, harga yang menarik, serta pengalaman yang layak dibagikan di media sosial. Dalam kasus Gemblong Persahabatan, cerita keluarga Elah dan perjalanan usaha yang telah berlangsung sekitar 15 tahun menjadi bagian penting dari daya tarik tersebut.
Kebangkitan jajanan tradisional juga selaras dengan gerakan kembali ke alam: menggunakan bahan lokal, mengurangi kemasan plastik sekali pakai, dan mendukung ekonomi sirkular.
Dari Jajanan Lokal Menjadi Kuliner Viral Jakarta
Gemblong Persahabatan kini bukan hanya dikenal sebagai jajanan di lingkungan Jagakarsa. Dengan kemampuan produksi yang dilaporkan mencapai 3.000 hingga 4.000 buah per hari, jajanan tersebut telah berkembang menjadi salah satu kuliner tradisional yang menarik perhatian masyarakat dari berbagai wilayah. Fenomena ini sekaligus menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi mesin promosi yang sangat kuat bagi usaha kecil.
Tanpa kampanye iklan besar, sebuah unggahan pelanggan dapat membuat makanan tradisional mendapatkan perhatian ribuan orang. Bagi masyarakat yang ingin mencoba, Gemblong Persahabatan dapat menjadi salah satu pilihan ketika mencari kuliner viral di Jakarta Selatan, khususnya bagi mereka yang ingin mencicipi jajanan tradisional Betawi. Namun, mengingat tingginya permintaan, pembeli sebaiknya tidak datang terlalu siang dan mempertimbangkan melakukan pemesanan terlebih dahulu.
Pada akhirnya, viralnya Gemblong Persahabatan bukan hanya tentang sebuah jajanan yang laris. Di balik ribuan gemblong yang terjual setiap hari terdapat cerita tentang usaha keluarga, resep tradisional, ketekunan penjual, dan bagaimana sebuah makanan sederhana dapat kembali mendapatkan tempat di tengah perubahan tren kuliner Jakarta.
Sebagai Sustainability Advocate, saya mengajak Anda untuk merayakan fenomena ini dengan cara yang lebih hijau: bawa wadah sendiri, pesan sesuai kebutuhan, dan dukung usaha lokal yang menggunakan bahan-bahan alami. Dengan begitu, kita tidak hanya menikmati kelezatan gemblong, tetapi juga turut menjaga bumi untuk generasi mendatang.
Call to Action: Sudah siap mencoba Gemblong Persahabatan? Jangan lupa untuk selalu memesan terlebih dahulu dan membawa kotak makan sendiri. Mari kita jadikan setiap gigitan sebagai langkah kecil menuju gaya hidup yang lebih berkelanjutan!
Sumber / Referensi
Daftar Pustaka
Berikut adalah daftar referensi yang digunakan sebagai sumber informasi dan rujukan terverifikasi dalam penulisan artikel ini.
Detik (2026). Laporan detikFood tentang Gemblong Persahabatan yang bisa laku 4.000 buah sehari. Detik.
https://food.detik.com/info-kuliner/d-8538323/gemblong-viral-di-jagakarsa-ini-bisa-ludes-4-000-buah-sehari?utm_source=chatgpt.comDetik (2026). Liputan 20Detik tentang Gemblong Persahabatan. Detik.
https://20.detik.com/detikupdate/20260620-260620009/video-gemblong-viral-yang-bisa-ludes-3-000-sampai-4-000-pcs?utm_source=chatgpt.comDetik (2026). Ulasan detikFood tentang tekstur Gemblong Persahabatan. Detik.
https://food.detik.com/info-kuliner/d-8530757/main-ke-jagakarsa-ada-7-kuliner-viral-dari-gemblong-hingga-lopis?utm_source=chatgpt.comSemuabis (2026). Informasi lokasi Gemblong Persahabatan di Jagakarsa. Semuabis.
https://www.semuabis.com/kue-gemblong-persahabatan-0838-0866-5241?utm_source=chatgpt.comCatatan: Daftar pustaka disusun sesuai kaidah penulisan rujukan terverifikasi guna menjamin akurasi, transparansi, dan integritas data jurnalistik Promo Coche.
